Perjalanan Darat Malaysia-Brunei,...
Ps. Photo ini diambil di Roof-Top V-Plaza Hotel Brunei, pada saat farewell party Boss'ku yg org Belanda,...
Ada banyak cara menuju
Brunei Darussalam dari Malaysia (bagian Kalimantan), diantaranya menggunakan
pesawat, bus, dan juga kombinasi bus dan perahu. Dalam kesempatan ini, saya
menggunakan bus untuk menyeberang dari Kota Kinabalu, Malaysia menuju Bandar Seri
Begawan, Brunei.
Menurut info yang saya
dapatkan sebelumnya, lama perjalanan ini 8 jam (& sudah termasuk transit makan
siang dan imigrasi di perbatasan) dan harus dilakukan dari pagi hari, karena
bus pada siang dan sore tidak akan tersedia.
Kami tiba di terminal (atau mungkin terlalu
kecil disebut terminal) bus sekitar jam 7 pagi, dan langsung membelinya di
counter tersebut. Sebelum memasuki bus, kita akan mendapatkan formulir imigrasi
yang harus diisi. Perlu diingat, untuk membeli tiket bus ini diperlukan sebuah
paspor sebagai identitas.
Alasan saya melakukan perjalanan ini selain mendapatkan
pengalaman, adalah juga ingin mendapatkan cap paspor yang hanya bisa didapatkan
melalui jalur darat. Uniknya, di sini paspor kita akan mendapatkan cap yang
cukup banyak, alias lebih dari sekali atau 2 kali. Mau tau berapa banyak cap
paspor yang akan didapatkan?
Mari kita hitung sambil bercerita! heheeee....
Sekitar jam setengah 11, kami tiba di perbatasan Sabah dan
Sarawak. Uniknya, semua penumpang diharuskan turun, kenapa? Ternyata paspor
kita akan di cap! Hal ini cukup unik mengingat Sabah dan Sarawak masih
merupakan negara yang sama, yaitu Malaysia! Pada perbatasan ini, paspor kita
akan di cap sebanyak dua kali.
Ngomong-ngomong, lagu-lagu yang diputar di bus ini tidak hanya
lagu melayu lho, tapi juga lagu Indonesia khas 90 an. Kebanyakan lagunya adalah
lagu dewa 19, seperti lagu Kangen, Cukup Siti Nurbaya, Kirana dan lain-lain.
Memang sadis yah pengaruh musik Indonesia di tanah melayu ini.
Sebelum memasuki Brunei, kami sempat singgah di sebuah kota bernama
Lawas. Kota yang artinya tua atau jadul dalam bahasa Indonesia ini adalah kota
transit kami selama 1 jam lebih. Kami sempat mengunjungi sebuah pasar dan
menyantap makan siang dengan mie kocok dan teh tarik..
Setelah beberapa jam, tibalah kami di perbatasan Serawak dan
Brunei. Perbatasan kali ini benar-benar perbatasan antar negara, yaitu Malaysia
dan Brunei Darussalam.
Pada perbatasan ini, paspor kita akan di cap sebanyak dua kali, total sudah memiliki 4 cap.
Pada perbatasan ini, paspor kita akan di cap sebanyak dua kali, total sudah memiliki 4 cap.
Akhirnya kami memasuki negara Brunei Darussalam, namun sesuatu
yang unik terjadi lagi. Sadarkah kalian bahwa Brunei memiliki letak geografi
darat yang terpisah?
Letak tanah suatu negara yang terpisah itu disebut exclave. Enclave
adalah sebidang tanah yang benar-benar dikelilingi oleh wilayah asing. Jika
negara lain memiliki kedaulatan atas itu, ia juga disebut sebuah exclave dari
negara lain tersebut. Beberapa negara mungkin bisa menjadi/mempunyai exclave
dalam negara lain tetapi tidak menjadi exclave sepenuhnya ketika memiliki akses
perairan terbuka, seperti halnya di Temburong, Brunei ini. Distrik Temburong
ini dikelilingi oleh Malaysia dan Teluk Brunei. Maka dari itu untuk menuju
Bandar Seri Begawan, kami harus memasuki Malaysia dan menuju Brunei lagi. Pada
perbatasan ini, paspor kita akan di cap sebanyak dua kali, total sudah memiliki
6 cap dan tibalah kembali kami di negara Malaysia. Hehehe.....
Sekitar jam 3, Tibalah
kami di perbatasan terakhir, yaitu perbatasan Malaysia-Brunei Darussalam yang
terakhir. Dari perbatasan ini, kira-kira membutuhkan waktu sejam untuk tiba ke
ibukota Brunei. Sebelum memasuki Brunei, saya sempat membuang sebungkus rokok,
mengingat peraturan Brunei yang cukup ketat seperti Singapura. Ketika memasuki
Brunei, sangat terasa atmosfer bahwa Brunei ini negara yang sepi namun makmur,
rumah-rumah jaraknya berjauhan dan tiap rumah seperti memiliki 2-3 mobil. Jalan
rayanya cukup mulus dan sepi, begitu juga infrastruktur lainnya.
Akhirnya, tibalah kami di Bandar Seri Begawan pada pukul 4 sore.
Perhentian bus yang kita naiki tepat berhenti di belakang bus Damri Indonesia! Bedanya, kalau biasanya bus damri ada tulisan antar kota antar provinsi, bus yang ini tulisannya antar kota antar negara! heheheheeee.....
Perhentian bus yang kita naiki tepat berhenti di belakang bus Damri Indonesia! Bedanya, kalau biasanya bus damri ada tulisan antar kota antar provinsi, bus yang ini tulisannya antar kota antar negara! heheheheeee.....
Jadi totalnya selama perjalanan ini kita mendapatkan 8 jam
imigrasi dalam total 8 jam perjalanan! Lumayan keren bagi yang suka mengkoleksi
cap paspor!
Sekian, RAJ-Brunei
+673 7269657


Ulasan
Catat Ulasan