Batam

4bln kmrin smpat kbagian job di Dermott Batam,..

Batam dikenal sebagai kota industri yang bertetangga dengan negara Singapura. 
Seratusan ribu warga batam berkerja di kawasan-kawasan industri yang tersebar di seluruh penjuru kota. 

Tapi kota ini sebenarnya tak melulu tentang industri. Belakangan Batam mulai dikenal sebagai kota tujuan wisata MICE (meeting, incentives, conferences, & exhibitions). 

Hotel-hotel di Batam sudah biasa menerima tamu luar kota dengan tujuan meeting/seminar/rapat kerja sekaligus pelesiran ke Singapura. 

Batam juga punya objek-objek wisata menarik, mulai dari wisata kota, wisata pantai, wisata belanja, sampai wisata kuliner.

Nah, beberapa tempat wisata coba saya napak tilasi hari minggu kemarin. Tantangannya: seharian nggak boleh habis uang lebih dari 50 ribu.

Jalan-jalan pertama hari itu adalah ke alun-alun kota Batam; Dataran Engku Putri. Dataran engku putri juga terletak di kawasan batam center. 

Di sini terdapat taman, jogging track, aneka fasilitas olahraga, dan yang terbaru;Astaka MTQ Nasional 2014. 

Dari Engku Putri, saya bergeser ke Welcome To Batam. Tempat ini hanya berjarak 400 meter dari Dataran Engku Putri. Ini adalah salah satu spot foto-foto terkece di Batam.

Berada di kaki sebuah bukit, di mana di atas bukit terpampang tulisan raksasa berbunyi WELCOME TO BATAM. Ala-ala Hollywood gitu. 
Tahu-tahu waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB. 

Sy lantas meluncur ke kawasan Nagoya, untuk makan siang di Warung Sunda Bu Joko. Ini adalah rumah makan paling kondang seantero Nagoya. Masakannya enak ala-ala rumahan, dengan harga yang masuk akal. Saya dan faris pun makan dengan lahap, berlauk 3T(telor tempe tahu). Udah sama minum, berdua cuma habis Rp.29.000. 

Selesai makan, kami bergegas menujuMasjid Jabal Arafah untuk melaksanakan shalat zuhur. Masjid ini masih terletak di kawasan Nagoya. Sekitar 1 km dari warung bu joko. 
Masjid Jabal Arafah bukan masjid biasa. Pertama, karena masjid ini mewah dengan biaya pembangunan fantastis; 25 miliar. Kedua, masjid ini mulai dikenal sebagai ikon wisata religi kota Batam. Dengan membayar infaq Rp.5000/orang kita bisa naik ke puncak menara masjid Jabal Arafah. Dari atas, kita bisa menikmati pemandangan kota batam dan skyline negara kota singapura. Yang punya kamera DSLR berlensa bagus, harus nyobain naik ke sini. 

Saya sih kemarin nggak naik ke puncak. Kebetulan kami sudah pernah naik. Dan siang itusaya lebih memilih menghabiskan waktu di Perpustakaan Masjid Jabal Arafah. Sudah masuknya gratis, ruangannya sejuk, koleksi bukunya banyak pula! Bawaannya betaaah.. 

Pukul 14.00 WIB kami meninggalkan masjid jabal arafah, menuju tempat wisata selanjutnya; Pantai Tanjung Pinggir. Letaknya di kawasan Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam. Satu motor dikenakan bea masuk Rp.5.000.

Pasir kuning lembut, lambaian pohon kelapa, bebatuan karang & cadas adalah sajian standar pantai ini. Sajian utamanya justru berada di seberang laut: pemandangan negara singapura. Ya, pantai tanjung pinggir memang menghadap langsung ke Singapura. Dan negara jiran itu tampak sangat dekat dari sini. Hanya terpisah laut sekitar 16 km! 

Di siang menjelang sore hari itu saya sibuk foto-foto selfie, sementara faris sibuk mengejar ikan-ikan kecil sembari mengumpulkan siput & keong. Untuk koleksi katanya. 

Pukul 16.00 kami berpindah tempat lagi menuju destinasi terakhir hari itu;Jembatan I Barelang. Inilah dia landmark kebanggaan warga Batam. Apa dan bagaimana Jembatan Barelang itu? Sudah pernah saya ulas di sini, di situdan di sana.

Brunei, RAJ
+673 7269657

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

PCN Batam

ASNT or PCN?

CSWIP / PCN